Pentingnya Menjaga Wibawa Pasangan di Hadapan Anak


“Dasar cerewet! Masalah begitu saja diributkan!” Hardik seorang suami kepada istrinya di hadapan anak-anaknya. Tanpa sadar, hal tersebut akan menambah beban dalam upaya mendidik anak-anak. Saat wibawa baik istri atau suami luntur di mata anak-anak, mereka akan sulit mentaati arahan orangtuanya.

Suatu hari saat sang anak salah lalu sang ibu menasihati, besar kemungkinan anak akan bergumam. “Dasar ibu cerewet, ayah aja sampai marah ke ibu. Aku juga gak suka.” Jika sudah begitu siapa yang akan mengendalikan dan mengarahkan anak-anak di rumah?

Bahaya Sikap Kasar dan Merendahkan Pasangan di Hadapan Anak


Selain anak menjadi tidak nurut dengan ibunya, kemungkinan lain adalah anak justru akan membenci ayahnya. Mencap ayahnya pemarah, tidak penyayang dan pada akhirnya rasa hormat dan sayang anak ke ayahnya juga akan luntur. Maka seorang ayahpun akan sulit mengajari anaknya tentang kepemimpinan.

Saat Harus Menasihati Pasangan, Ini yang Harus Kita Lakukan 


Namun  demikian bukan berarti kita harus menutup mata saat pasangan melakukan kesalahan di hadapan anak-anak. Misal ibu memarahi anaknya di luar kewajaran. Maka sebaiknya suami membisikan pada istri “Sayang lagi kecapean ya? Biar anak-anak, ayah yang hendel dulu. Sayang masuk kamar dulu sana gih.”

Nyess, pasti deh tuh emosi jiwa si Bunda langsung reda. Saat sudah di kamar nanti silakan saja beri nasihat bijak kepada istri anda. Sampaikan saja kesalahannya di mana, jika dengan cara yang ma’ruf dan bukan di hadapan anak-anak, niscaya aman dan dia akan berterima kasih.

Pada anak-anak bisa disampaikan, “kasian ibu kalian nampaknya sedang kelelahan.” Lalu sampaikan, nasihat tentang keutamaan anak yang memuliakan orangtuanya apalagi ibunya.

Dengan demikian wibawa pasangan kita tetap terpelihara di hadapan anak-anak. karena walau bagaimanapun pasangan kita adalah guru terbaik bagi anak kita. Demikian sebaliknya, jika suami yang melakukan kesalahan maka istrilah yang menutupinya.

Saling memelihara wibawa pasangan di hadapan anak adalah keharusan jika kita ingin lebih ringan dalam proses mendidik anak-anak. Jika wibawa pasangan kita hilang di hadapan anak itu artinya perahu pendidikan anak yang seharusnya didayung berdua bersama pasangan, harus kita dayung sendiri.

Jelas berat dan cenderung sulit untuk seimbang. Karana anak itu perlu teladan sosok pemimpin dari ayahnya dan sosok yang dipimpin dari ibunya.

Jangan Sungkan Mengakui Kesalahan Meski pada Anak sendiri


Meski pasangan telah menutupi aib kita di hadapan anak-anak, bukan berarti kita merasa selalu benar. Jika memang kita salah misalnya marah pada anak tanpa alasan yang tepat, maka jangan sungkan meminta maaf dan mengakui kesalahan di hadapan anak. Bisa ditambah dengan runutan peristiwa yang membuat kita marah.

“Kemarin ibu pas di pasar kehilangan uang, padahal uang itu buat belanja kita. Ibu sedih dan takut ayah kalian marah, saat di rumah ibu liat kalian berantakin rumah, jadilah ibu semakin pusing dan marah-marah sama kalian. Padahal kalian sudah pinter jaga adik saat ibu ke pasar. Maafin ibu ya sayang.”

Insyaallah yang demikian tidak akan menghilangkan wibawa bahkan menambah kekaguman anak-anak pada orangtua. Tanpa kita sadari saat itu kita sedang memberikan pelajaran luar biasa kepada anak-anak. Bahwa siapa pun yang salah sudah seharusnya meminta maaf, sekalipun orangtua pada anak.

Maka saksikanlah suatu hari anak-anak kita tak sungkan minta maaf ke kita saat mereka salah. Dan itu adalah salah satu yang bikin hati kita sebagai orangtua bahagia pastinya.

Salam Bahagia!
@umi_diwanti

Posting Komentar

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates