Bunda, Ajari Ananda Menangis



“Gitu aja nangis. Jadi anak jangan cengeng!”
“Anak laki-laki itu kuat, gak boleh nangis!”

Dalam keseharian mungkin kita pernah atau sering mendengar bahkan melakukannya. Melarang anak-anak menangis. Apalagi anak laki-laki. Seolah menangis itu menghilangkan sifat kelelakin seseorang.

Melarang Ananda Menangis, Tepatkah? 


Melarang anak menangis tidaklah salah jika disertai penjelasan. Karena tak semua tangisan itu buruk dan salah. Bahkan ada tangisan yang membahagiakan sehingga harus kita upayakan.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Kebahagiaan bagi orang yang bisa menguasai dirinya, menjadi lapang rumahnya, dan dapat menangis oleh kesalahannya.” (HR. Ath-Thabrani)

Karenanyalah Rasulullah dan para sahabat, yang tak diragukan lagi kelelakian dan bahkan kehebatan mereka di medan laga adalah orang yang mudah dan sering menangis.

Abdurahman bin Auf pernah menangis hingga menelantarkan makanannya saat akan berbuka shaum, tersebab ia mengingat sahabat-sahabatnya yang lebih mulia telah terbunuh. Sementara ia merasa kehidupannya diberikan Allah kelapangan harta dunia, dan dia takut harta itu adalah kebaikan yang dipercepat Allah padanya.

Maka adalah sesuatu yang membawa pada keburukan bila kita seringkali melarang anak menangis. Karena ada tangisan yang bisa menjadi penyelamat bagi pelakunya. Hingga para sahabat yang mulia selalu mengupayakan untuk bisa menangis.

Dari Ibnu Abi Malikah, ia berkata; aku duduk bersama Abdullah bin Amru di atas batu, maka ia berkata, “Menangislah! Jika tidak bisa berusahalah untuk menangis. Jika kalian mengetahui ilmu yang sebenarnya, niscaya salah seorang dari kalian akan shalat hingga patah punggungnya. Dia akan menangis hingga suaranya terputus. (HR. Al-Hakim)

Keutamaan Menangis


Selain amalan yang disunahkan, menangis karena mengingat Allah juga memiliki banyak keutamaan. Diantaranya adalah akan mendapat naungan dari Allah saat tak ada naungan selain naungan-Nya (Mutafaqun ‘alaih).

Selain itu dalam HR. Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk neraka seorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu kembali lagi ke payudara. Dan tidak akan berkumpul debu perang fisabilillah dengan asap neraka jahannam.

Masaya Allah Bunda, benar-benar perkara yang layak untuk diupayakan sekuat tenaga. Karenanya jangan bunuh bakat menangis pada diri anak kita dengan larangan menangis tanpa keterangan lanjutan. Namun arahkanlah agar airmata mereka tidak tumpah pada perkara sia-sia. Karena air mata kita terlalu berharga jika bukan untuk meraih Ridha-Nya.

Dalam hal ini, kita sebagai orangtua sebaiknya mencontohkannya lebih dulu. Jangan sampai airmata kita pun salah tumpahnya. Nangis teradu nonton SHI atau film lainnya. Sementara kehilangan kesempatan shalat dhuha, shalat malam atau materi kajian kita B aja. Nastagfirulloh ya Allah. Yuk kita sama-sama berbenah.

Kiat Mudah Menangis karena Allah 


Rasulullah saw bersabda, “Andaikata kalian mengetahui apa-apa yang aku ketahui, maka niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kemudian sahabat menutupi wajah mereka dan menangis tersedu-sedu.” (Mutafaqun ‘alaih)

"Andaikata kalian mengetahui..." adalah salah satu kata kunci. Bahwa jika tahu (ilmunya)!niscaya rasa takut salah itu ada hingga kita selalu berusaha melakukan yang benar dan terbaik.

Sebaliknya kalau tak tahu apa-apa mana benar mana salah, mana mungkin ada rasa takut saat berbuat salah. Lha wong merasa salah aja enggak, apa yang ditakuti. Untuk itu penting bagi kita mengkaji Islam lebih dalam.

Yang kedua adalah sering-seringlah mendengar nasihat. Sebagaimana penuturan Al-Irbad bin Sariyah, Rasulullah saw telah menasihati kami dengan nasihat yang menyebabkan hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. (HR. Abu Dawud).

Nasihat akan mengingatkan kita kembali pada apa-apa yang sudah kita ketahui. Sehingga semakin terhunjam di dalam diri. Dan sebaik-baik nasihat adalah mengingat kematian.

Oleh karena itu mari kita banya mencari tahu ajaran Islam dengan rajin menghadiri kajian-kajain Islam secara rutin dan berkesinambungan.

Selanjutnya carilah komunitas dan teman yang suka memberi nasihat. Semoga kita dimudahkan untuk menjadi teladan bagi anak kita termasuk dalam mengelola air mata. Lalu sampaikan pada mereka,

“Menangislah Nak sesering yang kamu bisa jika itu dalam rangka mengingat Allah swt. Karena hanya apa-apa yang ada di sisi Allah sajalah yang harusnya menjadi urusan besar kita dan layak mengeluarkan air mata kita. Airmata kita terlalu berharga dikeluarkan dikeluarkan untuk hal yang sia-sia.”

Salam Bahagia!
@umi_diwanti

1 komentar :

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates