Adil pada Anak, Wajibkah?



Sekarang lagi rame orang menuntut keadilan. Gegara klaim tak sengaja, dengan mudahnya sanksi dikurangi. Sampai-sampai bukan hanya tokoh dan sesepuh tapi comedian yang unyu-unyu pun ikutan unjuk gigi. Mengapa? Karena masalah keadilan ini sangat-sangat sensitif.

Tanpa sadar, kita orangtua adalah hakim rumahan yang juga kerap dikomplain “tidak adil”.  Atau kita sendiri pernah/ sedang merasakan lebih sayang pada salah satu anak-anak kita. Lalu bagaimana? Dosakah? 

Berat Sebelah itu Fitrah


“(yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.” (QS. Yusuf: 8)

Masya Allah ternyata bukan hanya kita lho yang punya kecendrungan berbeda, seorang Nabi Allah saja pernah mengalami hal seperti ini. Allah swt sendiri berfirman, “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian…” (QS. An-Nisa: 129)

Dari ayat di atas diketahui bahwa perasaan sayang itu berada di luar kuasa kita sebagai manusia untuk mengaturnya, melainkan Allah. Hal ini pun dikabarkan Allah dalam firmannya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)

Manurut para mufasir ayat tersebut mengandung makna Allah swt akan mengadakan rasa cinta dan sayang di hati-hati manusia pada orang-orang yang beriman dan beramal soleh.

Karenanya tidak ada dosa jika kita sebagai orangtua memiliki kecenderungan lebih kepada anak-anak kita yang lebih solih. Sebuah kewajaran bahkan keharusan jika kita sebagai orangtua lebih cenderung kepada anak yang rajin dan gemar beramal baik. Karena itu adalah rasa yang Allah tanamkan langsung di hati kita. Fitrah manusia dan tentu saja bukan dosa.

Namun kita juga harus ingat bahwa menjadikan anak solih itu juga bagian dari tugas kita. Sehingga ketika ada anak kita yang belum solih kita juga harus introspeksi diri, jangan-jangan kitalah yang belum maksimal dalam mendidiknya. 

Meski Fitrah, Jangan Gegabah!


Kebolehan perbedaan kecenderungan ini harus kita kelola dengan baik penampakannya agar tidak menimbulkan kerusakan. Semisal rasa sombong pada anak yang lebih disayang, atau rasa iri dan dengki di anak yang merasa tidak disayang.

Jika tidak maka berpotensi membuat hubungan sesama anak menjadi buruk. Mereka bisa saling bermusuhan dan menzalimi, padahal mereka bersaudara yang harusnya saling sayang dan melindungi.

Selain itu kecendrungan yang berbeda juga tak boleh membuat orangtua menjadi zalim atau merendahkan anak. Tetap saja meraka semua adalah anak kita, yang berhak atas perhatian dan pemenuhan nafkah, perlindungan dan pendidikan dari kita. Anak adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di sisi-Nya kelak.

Kebolehan Menampakan Kecendrungan yang Berbeda


Diantara kebolehan kita menampakan terang-terangan rasa sayang yang berbeda adalah dalam rangka memberi motivasi kebaikan pada anak lain. Misalnya, “Si Fulan lebih baik daripada kalian karena dia tak pernah ketinggalan shalat dan puasanya.”

Sampai di sini semoga kita bisa lebih bijak dalam bersikap. Apapun rasa kita pada anak-anak kita harus mampu kita kelola menjadi unsur pendidikan yang positif. Guna membina anak-anak kita menjadi anak solih dan solihah.

Perlu digaris bawahi bahwa kebolehan tidak adil ini hanyalah masalah rasa, bukan nafkah. sebab pembagian nafkah termasuk wilayah yang dikuasai manusia dan Allah swt telah memiliki panduannya untuk kita ikuti.

Bagaimana pengaturannya? Insya Allah kita bahas dalam tulisan berikutnya. Tetap #dirumahaja dan tunggu tulisan berikutnya. InsyaAllah. Jangan lupa bahagia bersama keluarga.

Salam Bahagia!
@umi_diwanti


#CreatorNulis
#CreatornulisKeren
#Istimewa
#Masterhabits
#HabitIsHebat
#HebatIsHabits
#WaniNulis
#KaryaHariKe04
#IndonesiaMenulis

Posting Komentar

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates