Jumat, 01 Maret 2019

Tips Memilih Sekolah Agar Anak Menjadi Generasi Qur'ani


Pertanyaan ketiga saat parenting adalah, "Bagaimana tips memilih sekolah yang sesuai dengan visi misi kita menjadikan anak generasi Qur'ani?"

Sebelumnya Alhamdulillah jika kita sudah memahami bahwa sebaik-baik generasi adalah generasi Qur'ani. Yakni generasi yang kisannya fasih melafazkan ayat-ayat Tuhannya. Hatinya sepenuh hati meyakini dan seluruh tubuhnya senantiasa terikat dengan hukum-hukum di dalam Alquran.

Kita menyadari bahwa sistem pendidikan saat ini secara umum belum berbasis aqidah Islam. Melainkan berbasis lapangan kerja.

Buktinya adakah anak kita yang lulus sekolah ditanyakan, "sudah bisa baca Alquran dengan baik belum?" Laki-lakinya, "Sudah siap jadi imam belum?" Yang ada adalah anak ini lulus bisa kerja di mana ya? Benar gak Bund?

Ini bukanlah sesuatu yang mengherankan. Sebab meskipun kita hidup di negeri mayoritas muslim, falsafah hidup yang diadopsi saat ini bukanlah Islam. Melainkan sekulerisme dan kapitalisme. Pemisahan agama dari kehidupan dan menjadikan materi sebagai tujuan tertinggi.

Maka sebagai orangtua yang ingin anak kita menjadi generasi Qur'ani tentu saja harus pintar-pintar memilihkan sekolah yang bisa membantu kita mencapai visi dan misi kita. Menkadikan anak generasi Qur'ani. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1) Cari tahu visi misi sekolah.
Tentu saja kita akan pilih yang menjadikan aqidah Islam sebagai pembentukan aqliyah (pola pikir) dan nafsiyah (pola sikap) anak. Syariat Islam oriented, bukan sekedar studi oriented.

2) Survey proses pembelajarannya yang talqiyan fiqriyan.
Yakni proses belajar yang melibatkan anak untuk meahami sesuatu dengan berfikir. Setiap pemahaman diberikan dengan pembuktian. Intinya bukan pembelajaran yang cenderung dikte atau dogma terhadap nilai-nilai tanpa penjelasan.

Juga pembelajaran yang mengadopsi multiple intelegen. Yang paham bahwa talenta anak itu berbeda-beda. Anak yang kesulitan matematika bukan berarti lola, bisa jadi dia cerdas dalam berbahasa. Sekolah yang baik adalah yang mampu memfasilitasi setiap potensi anak yang berbeda.

Satu lagi. Ada tiga tipe gaya belajar. Anak audio lebih paham dengan penjelsan suara. Anak visual lebih menangkap pesan jika disertai gambar yang bisa dilihat. Anak kinestetik hanya akan mengerti dengan baik dengan peragaan/gerakan (praktik). Pastikan sekolah tersebut memiliki fasilitas dan SDM yang bisa memfasilitasi ketiga jenis gaya belajar tersebut.

3) Yang lebih penting lagi adalah kenali/ para pengajarnya.
Pastikan mereka adalah guru yang mengajar dengan lisan dan teladan. Maksudnya adalah bahwa saat kita ingin anak kita tumbuh menjadi anak yang senantiasa terikat dengan hukum-hukum Allah. Maka pastikan guru mereka adalah orang yang juga senantiasa terikat dengan hukum Allah. Tidak hanya saat di sekolah tapi di mana pun mereka berada.

Kan gak lucu jika saat kita dan anak ketemu sama sang guru di luar sekolah ternyata si guru wanitanya tidak berhijab. Padahal di sekolah mereka mengajari anak kita berhijab. Atau ternyata anak kita tahu kalau gurunya punya pacar. Padahal dalam Islam itu di larang.

Demikian tips dari saya semoga bermanfaat meskipun ribet. Ya mau bagaimana lagi? Dan satu lagi biasanya sekolah yang memenuhi kriteria ini biayanya mahal. Bukan salah sekolahan tapi biaya pendidikan itunsejatinya memang mahal. Karenanya dalam Islam, Allah tidak membebankannya pada individu/ kelompok, melainkan negara.

Hal ini lah yang harus kita sadari. Bahwa keribetan ini tak akan ada anda negeri kita mewarisi pengaturan urusan umat ala Nabi. Sebab dalam sistem Islam semua sekolah terstandar dengan benar dan tanpa dipungut biaya. Di mana pun posisinta kualitasnya akan sama. Aqidah Islam sebagai satu-satunya asas pendidikan.

So, sembari mencari sekolah terbaik saat ini jangan lupa untuk menjadi pejuang tegaknya sistem Islam. Biar anak cucu kita kelak tak lagi serempong kita dalam mendidik anak.

Dan yang pasti, memperjuangkan diterapkannya sistem Islam dalam segala aspek kehidupan itu adalah kewajiban. Allah akan tanya apakah kita turut memperjuangkannya atau tidak. Kelak saat kita menghadap-Nya.

=Umi Diwanti=


Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar