Ilmuan Muslim: Al Kindi, Filsuf Muslim Pertama

sumber: islami.co


Apa yang kita bayangkan jika mendengar kata filsafat. Bertolak belakang denga agama, bahkan menolak agama. Ya itulah yang terjadi di Eropa, ilmu filsafat mampu membuat manusia mendustakan agama.

Berbeda dengan ilmuan muslim satu ini, Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq bin Ash-Shabah Al Kindi membawa filsafat ke tanah Arab dengan menyertakan ilmu agama. Dialah ahli filsafat muslim pertama yang mampu memadukan filsafat dan agama.

Ia menerjemahkan buku-buku filsafat barat, Plato dan Aristoteles dalam bahasa Arab. Namun ia menyatakan bahwa filsafat dan agama adalah kebenaran yang tidak perlu dipertentangkan. Bagi Al Kindi justru ilmu filsafat harusnya mampu mengokohkan agama seseorang.

Mengapa? Karena filsafat mengajarkan kita agar selalu berpikir kritis dan rasional. Semua hal yang ada di alam ini dipertanyakan dan dicari jawabannya dengan akal. Bukankan berkesesuaian dengan Islam. Karena Islam adalah aqidah aqliyah.

Hanya saja memang harus super hati-hati jika ingin ikut mempelajari ilmu ini. Tanpa dasar agama yang baik bisa saja justru berujung pada pengingkaran adanya Allah Swt. Sebagaimana Al Kindi, beliau adalah ahli dan hafiz Qur’an sejak kecilnya.

Wajar jika ilmu filsafat Islam yang ditemukan Al Kindi justru menjadi dasar ilmu bagi para ilmuan muslim lainnya dalam mempelajari ilmu pengetahuan mereka. Di sinilah jasa besar Al Kindi dalam merevolusi ilmu filsafat dan agama.



Al Kindi dikenali sebagai seorang filsuf muslim paling jenius sepanjang sejarah. Wawasannya sangat luas. Beliau juga jago matematika, pandai di bidang optic, sains psikologi, hingga kebudayaan. Karya bukukan ratusan buah. Diterjemahkan oleh orang-orang Eropa sebagai rujukan ilmu filsafat kalangan mereka.

Luar biasa ya, ternyata karya ilmuan muslim lah yang banyak dijadikan rujukan oleh para ilmuan di Eropa.

Satu lagi, Al Kindi adalah anak bangsawan dengan limpahan harta. Namun jauh dari foya-foya. Semua uangnya untuk mencari ilmu dan membeli buku. Rasa hausnya pada ilmu, menjadikannya mempelajari banyak bidang ilmu. Dan ia menjadi pakar di semuanya bidang ilmu tersebut, tersebab keseriusannya dalam belajar.

Keren banget yaya buat dijadikan idola remaja masa kini. Yang kebanyakan limpahan harta justru membuat malas belajar dan berkarya. Yuk, saatnya kita penuhi memori kita dan anak-anak kita dengan sosok-sosok ulama muslim. Semoga termotivasi untuk meneladani.

-Wati Umi Diwanti-
Sumber: Buku 36 Kisah Inspiratif Ilmuan Muslim by. Afriza Han, Percetakan Cerdas Interaktif.



2 komentar :

  1. Ilmuwan sekaligus ulama itulah harapan terbesar buat anak anak kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gih umm, bener. Smg kita dimudahkan menghantarkan anak-anak menjadi ulama sekaligus ilmuan.

      Hapus

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates