Minggu, 16 Desember 2018

Imuan Muslim, Al Farabi, Sang Guru Filsafat

gambar: tirto.id



Masih ingat Al Kindi? Ilmuan muslim pertama yang mempelajari ilmu filsafat dan sudah dibahas di review sebelumnya. Nah ilmuan muslim satu ini adalah penerusnya. Namun Al Farabi ini dikatakan lebih unggul dan dijuluki sebagai guru kedua setelah Aristoteles.

Sejak kecil Al Farabi mendapat pendidikan yang sangat baik dari keluarganya. Al Quran dan bahasa menjadi pengetahuan dasar yang diajarkan padanya. Baru kemudian ilmu lainnya seperti, aritmatika, sastra, fikih, tafsir, dan lain sebagainya.

Minatnya mempelajari ilmu begitu membara hingga membawanya mengembara pergi ke satu kota ke kota lain. Diantara yang disinggahinya adalah Bukhara (Iran), Harran (Suriah), Aleppo (Suriah), Damaskus (Suriah), hingga Baghdad (Irak). Luar biasa bukan.

Al Farabi dikenali cerdas karena tak hanya mampu menguasai banyak ilmu tapi juga memiliki karya di semua bidang tersebut. Yakni, sosiologi, matematika, farmasi, psikologi, politik, hingga musik. Dan tentu saja filsafat yang merupakan bidang yang sangat diinatinya.

Al Farabi adalah penerus Al Kindi yang memadukan ilmu filsafat Yunani dengan agama Islam. Jika Al Kindi adalah filsuf muslim pertama. Al Farabi adalah yang pertama kalinya mampu memadukan pemikiran dua filsuf Barat ternama, yaitu Plato dan Aristoteles.

Karya terbesar Al Farabi di bidang filsafat adalah konsep negara ideal yang dituliskannya dalam buku bertajuk Al Madinah Al Fadhilah (Kota dan Negara Utama).

Pemikirannya mengenai konsep negara itu bermula dari situasi politik yang dialaminya. Yakni masa-masa keruntuhan kekhilafahan Islam dinasti Abbasiyah. Saat itu ia merasa sangat sedih dengan bercerai  berainya  wilayah Islam saat itu. Ia berusaha mengembalikan keutuhan dan kejayaan kekhilafahan Islam dengan karyanya ini. Sungguh luar biasa kepeduliannya terhadap negara kesatuan umat Islam.

Pemikiran Filsuf Muslim kelahiran Farab (Kazakhstan) tahun 257-339H (870-950M) mengenai negara utama ini ternyata banyak menarik perhatian. Bahkan dipuji oleh filsuf Barat. Al Farabi pun dijadikan rujukan ilmu filsafat di seluruh dunia.

-Wati Umi Diwanti-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar