Sekadar Sangu di Jalan

SEKADAR SANGU DI JALAN

Buuu, yang lagi siap-siap mudik. Ada ga yang mau bawa-bawa ricecooker, kulkas dan mesin cucinya buat sangu diperjalanan?

Hemm itu sih terlalu ekstrim ya. Oke, ada ga yang mau bawa baju sa'lemari biar saat dijalan bisa gonta ganti baju?

Hah, kurang kerjaan. Bawa pasukan aja sudah super rempong. Baju mah seperlunya aja, andai bisa bawa satu baju aja ngapain bawa 2.

Kalo bisa ga bawa apa-apa itu yang paling enak. Tapi kan ga mungkin, makanya akhirnya super selektif memilih apa saja yang dibawa. Kalo yang ga penting-penting amat ga dibawa. Bener ga?

Sesungguhnya begitulah seharusnya kita di dunia ini. Sebagaimana pesan Baginda Nabi:

“Hendaklah bekal kalian di dunia seperti bekal orang yang bepergian." (HR. Ahmad)

Mampukah kita mempraktekkannya sebagaimana Sahabat mulia Salman Al-Farisi, menangis tak berkesudahan saat menjelang wafatnya.

Penduduk Kuffah pun bertanya "Apa yang membuatmu menangis wahai gubernur?"

Ternyata beliau menangis karena takut sorban, tongkat, jubah dan mangkok yang beliau punya melebihi hadis dari Rasulullah tersebut.

Masya Alloh 4 benda itu saja yang beliau punya, masihlah menyisakan ketakutan, khawatir melampaui pesan Nabi dalam menikmati dunia. Bagaimana dengan kita? 😢😢

Bahkan dalam siroh dikatakan, sorban itu beliau pakai saat di pengadilan dan saat di rumah digelar untuk alas duduk tamu.

Tongkat itu adalah penopang beliau berjalan agar tidak terjatuh dan menemani beliau saat berkhutbah di mimbar.

Jaket itu dikenakan saat keluar rumah dan menjadi alas tidur di malam hari.

Mangkok? Ya, itu satu-satunya wadah yang ada di rumah beliau yang digunakan untuk tempat makanan saat makan. Tempat air saat wudhu dan mandi. 😑

Adapun rumah, sebagai gubernur Kuffah beliau dibangunkan rumah. Namun beliau meminta para tukang agar membuat rumah itu sekedar bisa untuk bernaung dari panas dan hujan. Bisa tidur di malam hari. Yang ketika beliau berdiri kepala beliau menyentuh atapnya. Saat berebah, kepala dan kaki menyentuh temboknya. Masya Alloh. 😢😢

Ampunkan diri ini ya Alloh, segala yang kami miliki jauh lebih tapi kadang masih tergelitik hati ini menginginkan yang lebih lagi. Bahkan sering lalai dalam mensyukuri nikmat yang audah lebih dari cukup ini.

Parahnya lagi kami lebih hoby mengumpulkan bekal dunia ketimbang bekal akhirat. Padahal tempat tinggal kami sesungguhnya adalah negeri akhirat.

Kami tidak selektif memilah bekal dunia sebagaimana memilah bekal perjalanan mudik kami. 😢

Astagfirullahaladziim..

#MuhasabahDiri
#RamadhanBerkah
#IngatMudikIngatMati
#SebaikbaikBekalAdalahAmalShalih
#KhilafahAjaranIslam

-Wati Umi Diwanti-, 13.06.2017

Posting Komentar

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates