Antara Ciplukan dan Khilafah




Hemmm apa coba hubungannya, jauh banget. Ciplukan itu tanaman semak sementara khilafah itu sistem pemerintahan Islam.

Saya baru tau dari Ummu Fatimah ditempat beliau harga ciplukan 500rb/kg. Bibitnya dijual 250rb/pohon. Sebenarnya sebelumnya sudah pernah dengar tapi ga percaya aja. Kalopun sekarang laku dijual, pasti ga semahal itulah. Hari ini saya terpaksa membelalakam mata karena ternyata itu fakta.

Kenapa bisa ciplukan yang dulunya dianggap gulma. Petani siap menebasnya jika ia tumbuh diantara kebun dan sawahnya. Ternyata satu jawabannya, sekarang khasiat si ciplukan telah diketahui banyak orang. Mulai dari buahnya, daunnya, batangnya bahkan akarnya. Ia bisa jadi obat yang selama ini dicari-cari manusia.

Bagaimana demgan khilafah? Nampaknya tak jauh beda. Sekarang ia ditakuti, dihindari dan dikriminalisasi. Layaknya gulma, jika ada yang berusaha menanamnya pastinya dianggap 'gila' minimal dianggap kuramg kerjaan. Eh tapi jangan salah ya, itu hanya sementara. Saat belum banyak orang yang tau khasiatnya. Bahwa khilafah solusi masalah yang selama ini dicari. Dari urusan pribadi sampai negeri.

Waktu terus berlalu. Gulma itu suatu saat akan didamba oleh semua. Tinggal satu lagi perkaranya, siapa yang mau menanam 'gulma' Khilafah itu mulai sekarang? Saat penanamnya pasti akan diserang, minimal dianggap makar yang akan menggangu tanaman petani kapitalis saat ini.

Yang berani dan mau menanam dari sekarang, suatu saat kan jadi petani beruntung. Bukan 500rb/kg yang di dapat tapi pahala seluas langit dan bumi. Karena khilafah itu mahkota kewajiban. Dialah yang kan menyembuhkan segala kerusakan, dia juga yamg mampu menjaga seluruh manusia dari kemaksiyatan dan menggiring penduduk bumi menuju JannahNya yang kekal abadi.

Jika kita mampu membuat seorang pelalai shalat menjadi rajin shalat atau menjadikan seorang miskin saja menjadi berkecukupan. Betapa besar pahala yang kita dapat. Sedangkan Khilafah, tak hanya menjaga shalat seseorang tapi semua orang, tak hanya cukupi kebutuhan satu orang tapi seluruh umat di dalam naungannya tak hanya muslim tapi semua bahkan hewanpun terpelihara. Maka pastinya tak terhingga kebaikan yang didapat seseorang yang mau besusah payah menanam bibit Khilafah ini. Sungguh kemenangan yang pasti dan abadi.

Jika nasib baik ciplukan yang tak pernah dijanjikan saja banyak orang berupaya membudidayakannya. Maka Khilafah, yang Allah telah menjanjikannya dan Rasul telah mengabarkannya. Ia lebih layak diupayakan. Kabarkan khasiatnya yang super dahsyat itu. Agar saat tiba masanya panen, telah banyak yang menanti dan siap memasarkannya ke seluruh penjuru bumi.

 وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

 “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa”. (Q.S an-Nuur: 55).

Wati Umi Diwanti,
Mtp_RS.Raza_25042017
Nunggu antrian di poli gigi

Posting Komentar

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates